PORONG (kabarsidoarjo.com)- Pasca melubernya lumpur, disekitar pusat semburan lumpur pada Jum’at (06/08/2010) kemarin, BPLS terus melakukan upaya perbaikan.
Salah satunya, dengan mengoptimalkan kapal keruk untuk mengaduk lumpur dari aliran lumpur, menuju ke kolam penampungan (pond) di titik 21 Desa Jatirejo Porong.

“Untuk mengurangi tekanan ke tanggul titik 21, kami kembali mengoptimalkan kapal keruk, ” ujar Ahmad Zulkarnain, Kepala Humas BPLS, Senin (09/08/2010).
Hingga Saat ini, sedikitnya 3 kapal keruk dikerahkan untuk mengaduk lumpur di sekitar pusat semburan.
Diharapkan, dalam seminggu kapal keruk tersebut dapat beroperasi secara normal agar volume lumpur yang dibuang ke kali Porong bisa maksimal.
“kita upayakan kapal keruk itu, dapat beroperasi secara normal, “ imbuhnya.
Untuk memperbaiki kondisi tanggul yang elevasinya kurang dari 11 meter,setidaknya dibutuhkan waktu dua bulan.
Saat ini, ada beberapa titik tanggul yang masih belum aman. titik-titik tanggul yang belum mencapai elevasi 11 itu antara lain titik 21, 31, 32 tanggul Pond Jatirejo dan titik 68 dan 70 tanggul pond Kedungbendo.
Selain meninggikan tanggul, BPLS juga akan memasang bronjong (campuran batu dan semen) di tepi tanggul pond penampungan lumpur seperti di Jatirejo, Ketapang, Siring, Kedungbendo dan Renokenongo.
“Saat ini, material pemasangan bronjong tersebut sudah disiapkan di seluruh tepi tanggul, “ tegas Zulkarnain . (Arip)












