SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Peringatan hari kemerdekaan RI ke 65 tahun 2010, ternyata bagi para korban lumpur, belum memberikan makna merdeka sesungguhnya.
Setidaknya ini yang dirasakan korban lumpur Lapindo, yang hingga Rabu (18/8/2010) masih bertahan di depan pintu masuk gedung DPRD Sidoarjo.
“Kami warga korban lumpur, merasa belum merdeka dari belenggu Lapindo, karena hingga hari ini belum ada kejelasan soal pembayaran sisa cicilan ganti rugi,” terang M.Zainul kordinator korban lumpur.
Sehari sebelumnya, tepatnya pada puncak peringatan detik detik proklamasi kemerdekaan pada Selasa (17/8/2010), puluhan korban lumpu dari empat Desa (Kedungbendo, Siring, Jatirejo dan Renokenongo), melakukan aksi didepan gedung DPRD Sidoarjo.
Dalam aksinya, mereka membacakan sikap keprihatinan yang berisi tiga point.
“Kami korban lumpur, merasa belum merdeka dari belenggu Lapindo, Kami korban lumpur meminta komitmen pemerintah untuk mengambil alih pemerintahan dalam sisa pembayaran 80 %, Kami akan terus melakukan aksi hingga ada pembayaran ganti rugi dari Lapindo,” ujar H.Sun salah satu warga dari Kedungbendo.(Abidin)












