WARU (kabarsidoarjo.com)-Tuproni alias Imam (35) warga Desa Kotah Kecamatan Jrengik Sampang, kini harus berurusan dengan Polsek Waru.
Pasalnya, pedagang buah dan jagoan ini, tega mencekik lalu membogem mentah Sudeh (45) pedagang stan Sepatu Ramayana RT 01 RW 10 Bungurasih Waru, yang seorang perempuan.

Akibat pukulan tangan kosong itu, bibir Sudeh robek hingga mengeluarkan darah.
Peristiwa ini bermula, saat Imam mengendarai motor melintasi depan rumah Hariri (48), suami Sudeh di Ramayana Bungurasih.
Hariri yang kebetulan ditengah jalan, diberi tanda klakson oleh Imam untuk segera menepi.
Namun karena tak di hiraukan Hariri, Imam menabrak Hariri dengan sepeda motornya.
Bukannya meminta ma’af karena telah menabrak, Imam malahan mengolok-olok Hariri dengan menggunakan bahasa Madura yang artinya “ kamu gak punya mata, gak dengar, ada motor gak mau minggir ”. Karena tak faham artinya logat itu, Hariri hanya diam tak menggubris.
Namun lain dengan Sudeh isterinya yang waktu itu sedang mencuci dan mendengar olokan dengan bahasa Madura, lansung keluar rumah dan balik memaki imam dengan bahasa Madura juga yang artinya “ suamiku tidak buta dan tuli, Kamu sendiri yang tidak bisa naik motor”.
Mendengar itu, Imam bertambah marah dan lansung mencekik dan menjotos Sudeh hingga empat kali.
Tak menerimakan perlakuan itu, Sudeh melaporkan kasus itu ke Polsek Waru.
Kapolsek Waru AKP Harahap saat dikonfirmasi membenarkan laporan itu.
“Pelaku sudah kami amankan untuk menjalani pemeriksaan penyidik. Dan kami jerat denganc pasal 351 tentang penganiayaan dengan pengecualian. Pelaku terancam hukuman lima tahun penjara,” terang Kapolsek, Senin (27/10/2010). (Arip)













