PORONG (kabarsidoarjo.com)- Semburan liar kembali muncul di selatan pusat semburan lumpur lapindo.
Kali ini, belasan semburan air bercampur gas muncul di sekitar Sekolah Dasar (SD) Negeri Pajarakan Kecamatan Jabon.

Akibat kejadian ini semua proses belajar mengajar dihentikan pihak sekolah, karena khawatir ancaman gas berbahaya, apalagi air sudah menggenangi sekolah mereka.
Semburan itu berupa air bercampur pasir menyembur besar dan gelembung air berbusa yang diduga mengandung gas atau zat berbahaya lainnya.
Semburan – semburan lain muncul di dalam gedung dan halaman sekolah, dan belasan gelembung-gelembung air kecil muncul diantara celah-celah lantai keramik dan rerumputan.
“Akibat kejadian ini, semua kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan, karena sekolah tergenang air apalagi bau gas yang keluar juga mengganggu pernafasan, “ ujar Nevy, salah satu siswa SD Pajarakan, Selasa (28/09/2010).
Untuk mengantisipasi akibat lebih lanjut, pihak sekolah rencananya mengalihkan kegiatan belajar mengajar di balai desa setempat.
Namun belum tahu kapan akan dimulai sebab, jika semburan terus membesar air dipastikan akan menggenangi Balai Desa Pajarakan. Karena jarak dengan sekolah tidak terlalu jauh.
“Pihak sekolah sudah melaporkan hal ini kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidorjo (BPLS), namun belum ada penanganan lebih lanjut, “ tutur Suryadi, guru SD Pajarakan.
Banyaknya semburan baru ini, diduga akibat adanya penurunan tanah di pusat semburan lumpur lapindo.
Sehingga menekan gas dan air dalam tanah dan akhirnya menyembur keatas melewati celah-celah tanah. (Arip)












