info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
PHRI Berharap Ada Dialog Soal Taxsasi | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Thursday, 20 September 2018

PHRI Berharap Ada Dialog Soal Taxsasi

Published on August 23, 2017 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ketua PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Sidoarjo, Ahmadi berharap Dispenda mau membuka ruang untuk diskusi penerapan taxsasi pajak rumah makan di Sidoarjo.

Ahmadi ketua PHRI

Hal ini menurut Ahmadi, sebagai upaya mencari jalan keluar, bagaimana untuk menambah PAD dari sektor rumah makan tanpa merugikan pengusaha rumah makan.

“Kita harap ada peluang diskusi itu, karena kita ingin aparat yang menarik pajak itu, tidak kurang input dalam membidik potensi pajaknya,” jelaa Ahmadi.

Ahmadi juga menambahkan, pihaknya sangat setuju diterapkan potensi pajak untuk depot depot kecil.

Ini karena, depot depot itu bisa jadi pendapatannya jauh lebih besar dari rumah makan yang besar.

“Kita sepakat jika depot makan juga dikenakan pajak. Makanya dalam waktu dekat, kita akan berdialog dengan DPRD Sidoarjo soal ini,” ulas Ahmadi.

Peluang tambahan PAD dari sektor pajak restoran dan tumah makan, sebelumnya dinilai tidak ditangani serius oleh Badan Pelayanan Pajak (BPP) Kabupaten Sidoarjo.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, akan memacu BPP Sidoarjo menggali potensi pajak tersebut, saat hearing (dengar pendapat) pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

“Pada pembahasan di Banggar nanti, akan kita pacu hal ini. Eman-eman kalau potensi besar PAD ini diabaikan,” ujar Agil Effendi, anggota Banggar dari Partai Demokrat.

Masih menurut Agil, contoh potensi pajak yang diabaikan ini, terbukti saat Komisi B melakukan sidak ke rumah makan WS area Ponti GOR.

Rumah makan WS itu pengunjungnya sangat ramai.

“Omzetnya setiap hari mencapai Rp 7 juta. Dikalikan 30 hari, omzetnya bisa mencapai Rp 210 juta. Jika pajak restoran 10 persen, seharusnya Rp 21 juta perbulan. Namun setoran ke BPP hanya Rp 7 juta dalam setahun,”ungkap Agil.

Potensi lain hasil evaluasinya, Agil menyebut Depot Rawon Jalan Gajah Mada.
Pedagang Depot Rawon Jalan Gajah Mada ini pengunjungnya juga sangat ramai sekali.

Depot Rawon Jalan Gajah Mada itu tempat berjualan menggunakan fasilitas Pemkab.
Tempat berjualan diatas trotoar.
Namun Rawon Gajah Mada tidak terkena pajak restoran.

“Kami mengharap Pemkab Sidoarjo bisa membuat regulasi untuk menggali potensi pajak restoran tersebut. Bagaimana caranya agar pedagang seperti Rawon Gajah Mada yang ramai pembelinya bisa dikenakan pajak,”harap Agil. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Hari Peduli Sampah Nasional, ZWA 4 Sosialisasi Metode Takakura

WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Zero Waste Academi (ZWA) kelompok 4 ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis