SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Rumah Sakit Daerah (RSD) Sidoarjo nampaknya faham benar efek psikologis yang akan menimpa para Caleg pemilu 2019 yang ‘gagal’ mendapatkan kursi legislatif nantinya.
Meskipun tidak secara khusus menyiapkan ruangan kejiwaan bagi para Caleg yang mungkin depresi pasca pemilu 2019 nanti, namun RSD sudah siap dengan tenaga dokter ahli jiwa dan pakar psikolog untuk menampung curhat Caleg gagal.
dr Atok Irawan Sp.P Direktur RSD Sidoarjo, Jum’at (12/4/2019) menerangkan di RSD Sidoarjo, sudah ada poli kejiwaan dengan tenaga ahli baik itu Psikolog, Psikiater dan dokter ahli jiwa yang siap menerima pasien dari Caleg gagal nantinya.
“Sebenarnya kita tidak menyiapkan poli khusus jiwa untuk pasien pasca pemilu 2019, karena memang poli kejiwaan kita sudah ada sejak lama. Bahkan kita memiliki ruang untuk pasien sakit jiwa yang belum dimiliki RSD lain,” ujar Atok Irawan saat ditemui seusai upacara pelepasan jenasah Kajari Sidoarjo.
Masih menurut Atok, biasanya yang bisa terjadi pada Caleg gagal adalah depresi
arau stress tinggi namun bukan berarti ada gangguan kejiwaan.
“Kalau sakit jiwa itu tingkatannya sudah tinggi. Ya depresi mungkin iya karena sudah yakin menang ternyata gagal,” ungkap Atok.
Apa yang dilontarkan Atok Iriawan ini bukan tanpa dasar.
Pasalnya saat ini, seluruh Caleg khususnya dari partai menengah dan partai besar, cukup keras berjuang mendapatkan simpati masyarakat.
Bahkan beberapa Caleg berani menggadaikan dan menjual barang berharga miliknya, untuk mencukupi biaya sosialisasi dengan keyakinan menang.
“Kita lakukan antisipasi saja, jika memang banyak Caleg gagal yang butuh konsultasi atau curhat, kita sudah siap tenaga medisnya,” tutup Atok Irawan. (Abidin)













