info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Bayi Meninggal Karena Layanan Puskesmas Kurang Baik, Komisi D Langsung Lakukan Investigasi | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Tuesday, 23 July 2019

Bayi Meninggal Karena Layanan Puskesmas Kurang Baik, Komisi D Langsung Lakukan Investigasi

Published on May 14, 2019 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pada surat pembaca salah satu media nasional hari ini, dituliskan layanan Puskesmas Sedati sangat buruk.

Akibat layanan yang buruk ini, seorang bapak kehilangan bayinya berusia 5 bulan yang mengalami sesak nafas dan demam tinggi.

Dialog antara komisi D dengan pihak Puskesmas Sedati

Bambang Hidayat bapak bayi tersebut
mengaku, terpaksa membawa bayinya ke RSUD dengan motor karena layanan di Puskesmas Sedati terkesan lambat.

Namun sebelum sempat mendapat layanan di RSD Sidoarjo, bayinya meninggal dunia.
Mendapati kasus seperti ini, komisi D DPRD Sidoarjo langsung bergerak cepat melakukan inspeksi ke Puskesmas Sedati, Selasa (14/5/2019).

Ketua komisi D DPRD Sidoarjo H.Usman MKes (PKB) yang memimpin inspeksi, melakukan penggalian data sekaligus kebenaran dari kejadian meninggalnya bayi itu.

Bersama dua anggota komisi D yakni dr Wijono (PDIP) dan Ali Maskuri (Nasdem), ketua komisi D melakukan dialog dengan Kepala Puskesmas Sedati dan jajarannya di ruang pertemuan.

Ditemui selepas mendapatkan penjelasan dari pihak Puskesmas, Usman ketua Komisi D DPRD Sidorjo mengaku adanya kesalahfahaman dan memang kurang baiknya komunikasi dari pihak Puskesmas dengan keluarga si bayi.

Dari komunikasi yang kurang baik ini, akhirnya pihak keluarga memutuskan membawa bayinya ke RSD Sidoarjo tanpa melewati prosedur di Puskesmas.

“Ada komunikasi yang tidak nyambung antara pihak keluarga dengan Puskemas dalam kasus ini. Karenanya kita sarankan, Puskesmas Sedati segera menemuni pihak keluarga korban, untuk menyelesaikan kesalahfahaman ini agar benar benar tuntas,” jelas Usman.

Selain merekomendasikan hal diatas, Usman menyebutkan layanan di Puskesmas Sedati harus lebih ditingkatkan, terutama untuk dokter jaga dan layanan medisnya.

“Dokter jaga harus segera ditambah secepatnya. Kita akan komunikasilan dengan Dinkes, agar Puskesmas Sedati ini bisa menjadi Rumah Sakit Type D” ujar Usman.

Sementara itu drg Fauzi Basalama Kepala Puskesmas Sedati menyatakan siap menjalankan rekomendasi dan saran dari komisi D DPRD Sidoarjo ini.

Pihaknya tidak menyangkal jika jumlah dokter dan tenaga medis di Puskesmasnya masih kurang, terutama pada layanan 24 jam.

“Kita kekurangan dokter jaga, kita berharap segera ada penambahan dokter jaga dari Dinas kesehatan,” ungkapnya. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis