info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Kukuhkan APSAI, Kabupaten Tulungagung Siap Menjadi Kota Layak Anak | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Friday, 22 January 2021

Kukuhkan APSAI, Kabupaten Tulungagung Siap Menjadi Kota Layak Anak

Published on Desember 16, 2020 by   ·   No Comments

TULUNGAGUNG (kabarsidoarjo.com) – Langkah Kabupaten Tulungagung untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA), semakin lapang setelah mengukuhkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Dengan kehadiran APSAI di Tulungagung ini, maka bisa melengkapi langkah menuju kesejahteraan anak di Tulungagung.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Leny N Rosalin, SE, M.Sc, M.Fin mengapresiasi komitmen Kabupaten Tulungagung, dalam memberikan banyak fasilitas bagi anak.

“Kalau melihat komitmen saat ini, Kabupaten Tulungagung bisa segera naik peringkatnya, dari Nindya ke Utama,” kata Leny di sela-sela Advokasi dan Pelantikan Pengurus APSAI Tulungagung, Rabu (16/12/2020).

Ia melanjutkan, dengan dilantiknya APSAI di Tulungagung bisa menjadi kontribusi nyata bagi anak-anak.

Semua upaya serupa juga dilakukan di kab/kota di Indonesia untuk terus menjaga hak anak serta kesejahteraan mereka.

“Kami optimis kabupaten/kota layak anak bisa dicapai semua pada 2030,” jelasnya.

Leny menambahkan, komitmen nyata itu pun terlihat ketika ada 271 desa di Tulungagung menjadi kawasan layak anak.

Semua ini menjadi menarik dan kuat ketika dimuai dari kawasan yang paling dasar.

“Ini tentu saja menarik, karena di desa-desa sudah dimulai dari hal yang paling dasar,” imbuhnya.

Selebihnya, katanya, Kabupaten Tulungagung tinggal melengkapi kebijakan yang belum terealisasi dengan sempurna dari klaster yang perlu dipertajam.

Salah satunya optimalisasi akte kelahiran.

“Tulungagung sudah 95% lebih untuk akte kelahiran, tinggal disempurnakan lagi menjacapai 100%, jadi tinggal 5% saja yang digenjot,” katanya.

Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo, M.M mengatakan, berbagai masukan dan upaya dilakukan untuk penyempurnaan di masa-masa mendatang.

Saat ini jumlah anak di Tulungagung berusia di bawah 18 tahun mencapai 26% dari total penduduk.

Dengan proporsi anak yang besar, maka program urgensi anak sangat potensial untuk terus dilakukan.

“Isu starategis misalnya stunting, angka kematian bayi yang cenderung fluktuatif, kekerasan anak dan serta kami memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak dalam berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, pemenuhan hak pendidikan dan pembelajaran serta pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Struktur perekonomin di Tulungagung sendiri banyak didominasi industri pegolahan pertanian serta eceran.

“Serta industri kecil yang kuat, APSAI didominasi industri kecil dan terus berkomitmen mengembangkannya,” jelasnya.

Ketua APSAI Pusat Luhur Budijarso Lulu menjelaskan, penerapan 3P yang terdiri dari policy, product dan program sangat relevan dan bisa menjaga tumbuh kembang anak dengan baik.

Policy misalnya, kebijakan yang diambil sifatnya mengikat ke dalam.

“Tapi bisa memberikan dampak yang besar. Anggota APSAI komitmen memastikan tidak ada pekerja anak. Termasuk juga produk yang dihasilkan juga harus ramah anak. Misalnya perusahaan anggota APSAI akan mengurangi kadar gula pada sebuah produk, biar aman bagi anak,” jelasnya.

Demikian juga untuk sektor program, katanya, pelaksanaan program CSR yang dilakukan harus aman dan terarah bagi anak. Sehingga ada dampak yang bisa dirasakan dengan baik oleh anak-anak.

Di Tulungagung sendiri Komitmen pun sudah dilakukan dengan banyak program yang berhubungan langsung dengan anak.

Seperti pengesahan perda perlindungan anak yang berbasis sistem serta mendorong desa berbasis anak di 271 desa.

Termasuk juga peningkatan anggara anak di tiap tahunnya.

Di Tulungagung juga terdapat unit perlayanan terpadu sosial anak integratif.

Sementara untuk peningkatan kesehatan dasar dilakukan akselerasi. Upaya pencegahan juga dilakukan untuk kematian ibu dan bayi.

Untuk klaster lingkungan juga dilakukan melalui lembaga terkoordinasi melalui pelayanan anak. Termasuk juga perlindungan khusus dibentuk layanan terpadu bagi anak.

Direktur LPA Tulungagung Winny Isnaini menuturkan, adanya APSAI di Kabupaten Tulungagung memperkuat salah satu pilar dalam membangun KLA.

Sehingga ada pemerintah yang berkomitmen, lembaga masyarakat yang aktif serta media yang mengawal dan forum anak hingga ke desa-desa.

“Semua itu akan dilengkapi kuatnya pilar dari dunia usaha dengan 3P,” sambungnya.

Sementara untuk produk yang dihasilkan juga ramah anak dan tidak membahayakan bila dikonsumsi anak.

“Kalau untuk program, keberadaan CSR juga dibuat mendukung program pembangunan anak termasuk mendukung KLA,” tegasnya. (Red/Abi))

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

DLHK Kabupaten Sidoarjo Buat Inovasi Bayar Retribusi Kebersihan Lebih Cepat dan Mudah dengan Sistem Digital Payment (Virtual Account)

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaluiDinas Lingkungan Hidup ...

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis